Khotbah
Ismahadi Resyada Pratama
XII TP A - 13
Magelang, 27 Januari 2014
Judul : Kisah Perumpamaan Lima Ekor Kera
Tema : Semangat Baru
Tujuan : Memunculkan optimisme dan semangat baru pada umat agar tidak pantang menyerah, dan tidak
terpengaruh pada perkataan oranglain yang bisa “membunuh” impian kita
terpengaruh pada perkataan oranglain yang bisa “membunuh” impian kita
Audien : Siswa-siswi SMK Pangudi Luhur Muntilan
Saudaraku
yang terkasih dalam Kristus, selamat pagi. Berkah dalem. Puji dan syukur pada-Nya
karena kita dapat berkumpul di sini, di SMK Pangudi Luhur
Muntilan.
Tak
terasa kita mulai menjauhi tahun 2013 dan mulai melangkah di tahun yang baru,
tahun 2014. Awal tahun adalah saat yang tepat untuk berbenah diri. Ada resolusi
dan komitmen baru yang mulai diperjuangkan. Ada harapan-harapandanimpian-impian
baru yang hendak diwujudkan. Dan tentunya harus kita akui, harapan-harapan dan
impian-impian tersebut hanya akan menjadi mimpi dan khayalan belaka apabila
kita tidak memiliki semangat baru. Semangat yang lebih besar dengan optimisme
yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, saya akan menceritakan
kepada Anda sebuah kisah perumpamaan yang dapat memicu / menimbulkan semangat
baru dalam diri Anda. Sehingga harapan dan impian kita akan menjadi kenyataan.
Kisah perumpaamaan ini berjudul Lima Ekor Kera.
Alkisah
para profesor di USA / United State of America mengadakan suatu penelitian
dengan objek penelitiannya adalah kera. Dalam penelitian tersebut sang profesor
memasukkan 2 ekor monyet ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-sama. Kita
sebut saja monyet tersebut monyet A dan B. Di dalam ruangan tersebut terdapat
sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah
matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut Anda?
Setelah
membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka
mulai mencoba meraih pisang-pisang tersebut. Monyet A yang mula-mula mencoba
mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor
menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi,
dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-kali sampai akhirnya monyet A
menyerah. Giliran berikutnya monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa,
dan akhirnya menyerah pula.
Berikutnya
ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah, para profesor tidak
akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik. Begitu si monyet C mulai
menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B. Mereka berusaha
mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan’ seperti mereka.
Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat
keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah mencoba memanjat lagi.
Langkah
selanjutnya yang dilakukan oleh para profesor adalah mengeluarkan monyet A dan
B, serta memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-monyet sebelumnya,
monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba
memanjatnya. Monyet C secara spontan langsung mencegah keduanya agar tidak
naik. “Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?” Protes keduanya.
“Ada
teman-teman yang memberitahu saya, bahwa naik ke atas itu berbahaya.
Saya juga tidak tahu, ada apa di atas, tapi lebih baik cari aman
saja, jangan keatas deh.” Jelas monyet C.
Monyet
D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang
bandel. “Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih, yang ada di atas … Dan kalau
ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya ?” Tegas monyet E.
Walaupun sudah dicegah oleh monyet C dan D, monyet E nekad naik …Dan karena
memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang
diinginkannya…..
Saudaraku
yang teerkasih dalam Kristus, manakah diantara karakter diatas yang
menggambarkan tingkah laku Anda saat ini ?
Karakter
A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu
mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke orang
lain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal
seperti mereka.
Karakter
C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-hal apa yang
tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri.
Karakter
E adalah tipe orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka
mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko
asalkan bisa mencapai keinginan mereka.
Pisang
dalam cerita diatas menggambarkan impian kita. Setiap orang dalam hidup ini
mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya. Namun sayangnya, banyak
sekali hal-hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita
terkubur.
Orang-orang
dengan karakter ABCD akan mengatakan kepada kita hal-hal seperti ini. ”Sudahlah,
jangan melakukan pekerjaan yang sia-sia seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah
pernah melakukannya berkali-kali dan gagal. Sebagai seorang teman yang baik,
saya tidak mau kamu gagal seperti saya.” Atau mungkin kalimat. “Kamu mau gagal
kayak si X? Lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh.” Bukankah
hal-hal seperti itu yang sering kita dengar sehari-hari?
Orang
dengan karakter E akan selalu berpikir optimis dalam menjalankan sesuatu.
“Kalaupun orang lain gagal melakukan sesuatu, belum tentu saya juga akan gagal.”
Semangat inilah yang menjadi kekuatan yang selalu memompa motivasinya.Dan
kegagalan orang lain dapat dipelajari dan dijadikan batu loncatan untuk
melangkah lebih baik, bukannya dijadikan suatu ketakutan.
Nah,
saya akan memberikan satu ilustrasi lagi. Saya akan membawa Anda ke tahun
70-an. Apa yang akan Anda lakukan, bila suatu hari ada seorang mahasiswa
bercelana jeans, kacamata tebal, bertampang culun, bajunya lusuh, datang
menemui Anda dan berkata “Saya punya suatu produk yang bagus, tapi saya tidak
punya modal. Mau gak pinjamin saya modal 100 dollar ? Kalau produk ini sukses,
kita berdua bakal jadi orang paling kaya di dunia lho”.
Hampir
semua akan menghina dan mentertawakan mahasiswa tersebut, bahkan mungkin
menganggapnya gila.Berapa orang yang akan menjawab “Wow, bagus sekali, coba
jelaskan apa rencana Anda, agar kita bisa sama-sama kaya ?” Mungkin satu orang
diantara sejuta, mungkin juga tidak ada.
Bagaimana
kalau saya katakan bahwa mahasiswa tersebut adalah Bill Gates, yang kini sudah
mencapai impiannya menjadi orang terkaya di dunia ?Bukankah itu dulu yang
dilakukan Bill Gates pada awal karirnya . Dikelilingi orang tipe ABCD, ditolak,
dilecehkan, dan berbagai macam hinaan lainnya. Untungnya, Bill Gates termasuk
orang dengan karakter E. Dan dengan pengorbanan dan kerja keras, dia berhasil
meraih impiannya.
Dalam
Matius 4:12-23 dikisahkan bagaimana Yesus mulai tampil di Galilea untuk
mewartakan pertobatan karena Kerajaan Surga sudah dekat. Kemudian warta
pertobatan itu dilanjutkan dengan mukjizat penyembuhan, di mana Yesus
menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan. Orang kerasukan, ayan dan lumpuh
dibawa kepada-Nya dan disembuhkan. Kabar sukacita yang diwartakan disertai
dengan mukjikzat-mukjizat penyembuhan. Yesus datang membawa kabar sukacita dan
kesembuhan.
Matius
4:12-23 juga mengajak kita untuk menata kehidupan kita. Bertobat adalah
panggilan yang diserukan bagi kita. Datang kepada Yesus dengan membawa
kelemahan, kerapuhan dan segala penyakit, itulah yang diharapkan dari kita.
Karena itu, marilah di awal tahun baru ini, dengan kerendahan hati kita bawa
segala dosa, kelemahan dan penyakit kita. Kita biarkan Yesus menyembuhkan kita
sehingga kita dimampukan untuk menatap dan menata tahun ini menjadi lebih baik.
Jangan biarkan orang lain membunuh impian Anda. Maju terus, hadapi semua
rintangan dan raih impian Anda dengan optimisme dan dengan semangat baru kita
melangkah bersama Tuhan. Kita mengikuti Dia, mendengarkan sabda dan
nasehat-Nya, agar di tahun baru ini, kita dimampukan untuk menghasilkan buah
yang lebih berlimpah untuk sesama dan untuk kemuliaan Tuhan.
Akhir kata, saya berterima kasih atas
waktu dan perhatian saudara. Semoga berkat Allah senantiasa melimpahi dan
melindungi kita. Amin.

0 komentar:
Posting Komentar